Penulis : Najwa Abdullah
’’Bun, Adek mau main keluar ya’’ Ucap seorang anak laki laki bernama Rafael.
‘’Iya, tapi jangan sampai ke jalan raya ya? Soalnya disana banyak kendaraan yang melintas’’Ujar Bunda.
‘’Siap Bun!’’
* * *
Selama di perjalanan di saat Rafael hendak menuju taman, Ia bertemu dengan seorang Gadis yang tengah menangis, Rafael pun menghampirinya.
‘’Kamu kenapa?’’Tanya Rafael kepada Gadis itu, tetapi Gadis itu tak kunjung menjawabnya dan hanya terdengar suara tangisnya, Rafael pun menanyakan pertanyaan yang sama tetapi tangisan Gadis itu semakin pecah.
‘’Udah jangan nangis’’Bujuk Rafael seraya menenangkan gadis itu dengan menepuk pelan pundaknya, tak lama kemudian tangisan gadis itu reda.
‘’Kamu kenapa menangis?’’
‘’Aku sedih…Aku ditinggal sendiri di sini sama temanku…’’Jelas Gadis itu dengan sesegukan.
‘’Emang Kamu habis ngapain sampai bisa ditinggal sendiri?’’
‘’Tadi Aku habis nolongin kucing yang terluka….’’
‘’Oh…….yaudah sekarang ada Aku yang siap menjadi temanmu’’Ucap Rafael yang membuat senyum Gadis itu merekah
‘’Oh iya, nama Kamu siapa?’’
‘’Namaku Raina, kalau Kamu?’’
‘’Namaku Rafael’’
‘’Oh iya, Aku punya sesuatu loh buat Kamu’’Lanjut Rafael
‘’Oh ya? Apa itu?’’
Rafael mulai merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu, dan ternyata itu adalah sebuah liontin berbentuk bulan sabit dengan sedikit hiasan manik-manik di pinggirannya, Ia menunjukkan liontin tersebut kepada Raina.
‘’Wah bagus sekali! Ini beneran buat Aku?’’Tanya Raina dengan pupil mata yang berbinar.
‘’Iya ini buat Kamu, sini Aku pakaikan’’
‘’Cantik!’’Ucap Rafael selepas memakaikan liontin tersebut kepada Raina, Raina tersipu malu mendengar ucapan Rafael.
‘’Loh? Mau kemana?’’Tanya Rafael saat melihat Raina mulai pergi berlari menjauhinya.
‘’Sini kejar Aku! Kalau bisa tangkap Aku, Aku juga bakal kasih Kamu sesuatu!’’Teriaknya dari kejauhan, Rafael Pun menyusul Raina.
‘’Raina! Jangan jauh-jauh!’’
‘’Ayo cepat tangkap Aku!’’
‘’Raina! Jangan sampai ke jalan raya! Bahaya banyak kendaraan besar yang berlalu lalang!’’
‘’Tin!. . . Tin!. . . Tin!. . .’’
Raina tetap melanjutkan berlarinya hingga tanpa sadar sebuah mobil melaju dan tanpa sengaja menabrak Raina, Rafael yang melihat hal itu dilanda kepanikan, dengan segera Ia menyusul Raina akan tetapi, hal yang terjadi pada Raina juga terjadi kepadanya.
* * *
BREAKING NEWS
Berita Terkini
Telah terjadi sebuah kecelakaan di persimpangan jalan, jalan brantas yang saling menyambung untuk menuju ke salah satu desa. Kecelakaan tersebut terjadi pada dini hari pukul 10.00 WIB. Korban kecelakaan seorang Anak kecil laki-laki dan perempuan serta 1 truck, 2 mobil juga 1 sepeda motor.
Seorang wanita paruh baya yang tengah menonton berita langsung teringat akan anaknya yang pergi bermain keluar, dan Ia terkejut saat melihat siapa korban dari kecelakaan tersebut. Ia bergegas menuju lokasi. Disana Ia melihat ke-dua korban kecelakaan itu telah berada di dalam ambulan, Ia pun segera menyusul ambulan itu ke rumah sakit.
* * *
Setelah berjam-jam menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruangan si korban, kedua orang tua korban terkejut tatkala mendengar bahwa kedua korban mengalami koma dan amnesia. Karena hal itu akhirnya terjadilah konflik antar kedua orangtua korban, salah satu dari mereka membawa anaknya keluar kota dan satunya menetap.
* * *
14 Tahun telah berlalu, terlihat seorang mahasiswa laki-laki yang tengah tergesa-gesa mengenakkan sepatunya, Ia segera berangkat menuju kampus, di persimpangan jalan Ia berpapasan dengan mahasiswa perempuan tatapannya saling bertemu, keduanya seakan-akan merasa ada sebuah benang yang membuat mereka saling terhubung. Setibanya di kampus Ia tak sengaja bertabrakan dengan mahasiswa yang sempat berpapasan tadi.
"Eh! Maaf maaf Aku gak sengaja, sini ku bantu’’Ujarnya seraya mengulurkan tangan untuk membantu mahasiswa itu, tangannya mulai terulur menerima tawarannya.
‘’Makasih’’Ucap mahasiswa itu.
‘’Btw, namamu siapa?’’Tanyanya
‘’Raina’’
‘’Raina? Gadis kecil yang pernah nangis di dekat taman kan?’’Tebaknya yang tiba-tiba ingat sesuatu, Raina yang mendengar itu sontak membelalakkan matanya terkejut.
‘’Rafael?’’
‘’Kirain gak bakalan ingat’’
‘’Aslinya sih gak ingat, Kamunya aja yang buat Aku ingat’’
Rafael mengangguk untuk menanggapi jawaban Raina.
‘’Gak nyangka ya kita dipertemukan lagi’’
‘’Oh iya, Kamu ikut fakultas apa?’’Lanjut Raina.
‘’Management, Kamu?’’
‘’Wah sama dong! Btw ayo ke kelas takutnya udah mulai’’Ucap Raina dan diangguki Rafael.
Waktu demi waktu, hari demi hari, mereka semakin dekat seperti sedia kala, hingga suatu hari keduanya memutuskan untuk melanjutkan S2 di luar negeri.
Di Sebuah taman terlihat dua orang yang tengah duduk di kursi taman dengan lampu yang menyinari kursi itu, membuat seperti suasana yang romantis.
‘’Rafael’’Panggil Raina, yang dipanggil menoleh ke asal suara.
‘’Setelah wisuda ini kira-kira Kamu mau lanjut disini atau gimana?’’
‘’Hmm……gak tau’’Ucap Rafael yang nampaknya masih menimang-nimang pilihannya.
‘’Kayaknya, kita bakal berpisah lagi deh’’Tukas Raina.
‘’Kenapa?’’Bingung Rafael.
‘’Aku memutuskan untuk melanjutkan S2 nya di luar negeri’’Ujar Raina, keduanya menoleh dan saling bertatapan, ada perasaan tak rela di selubuk hatinya, Rafael memalingkan wajahnya dan mengangguk perlahan.
‘’Sama sih, Aku juga sekalian mau buat bisnis disana’’Ucap Rafael dengan tersenyum simpul.
‘’Hahh…lagi-lagi Kita dipisahkan oleh semesta ya’’Ucap Raina dengan kepala menengadah ke langit malam yang dihiasi oleh benda-benda kecil di atas sana.
‘’Semua pertemuan pasti ada perpisahan Ra..’’Ujar Rafael yang ikut mengadahkan kepalanya.
Raina menoleh mendapati wajah Rafael yang tengah menutup mata, menikmati dinginnya malam, semilir angin membuat beberapa helai rambutnya bergerak, membuat dirinya terlihat rupawan dimata Raina, Raina terlalu fokus untuk memandangnya, hingga tak sadar jika Rafael tengah memperhatikannya dengan heran.
‘’Woi! Biasa aja dong kalau ngeliatin!’’Teriak Rafael membuat Raina memalingkan wajahnya dengan perasaan gugup.
‘’Ekhem! Btw udah malam nih Fa, boleh tolong anterin?’’
‘’Ayo’’
* * *
Bulan ini, bulan dimana para mahasiswa tengah merayakan acara kelulusannya dengan rasa sedih karena ada yang berpisah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada yang senang karena telah lulus.
‘’Selamat hari kelulusan Rafa!’’Teriak Raina dari kejauhan seraya berlari menghampirinya.
‘’Selamat hari kelulusan juga Ra!’’Ucap Rafael seraya tersenyum menampilkan gigi serinya.
‘’Btw, gimana kalau kita jalan-jalan bentar sebelum kita berpisah’’
‘’Boleh, gimana kalau kita ke wahana?’’Tanya Rafael, dengan spontan Raina mengangguk.
Mereka segera berangkat menuju wahana, sebuah suasana yang merekah hadir di dalam mobil yang mereka naiki, canda tawa yang menghiasi keheningan di dalam sana dengan musik yang menggambarkan suasana itu.
‘’Rafael! Ayo naik itu!’’Ucap Raina seraya menunjuk salah satu wahana yaitu sebuah rollercoaster, Rafael mengangguk untuk menanggapi.
Suasana di wahana itu begitu ramai karena banyak penumpang yang berteriak histeris karena takut jatuh, tapi berbeda dengan Rafael dan Raina, keduanya malah berteriak saling menyahut.
‘’Aduh pusing….’’Keluh Raina seraya memijit pelipisnya.
‘’Lagian kebanyakan teriak tuh mangkannya pusing’’Canda Rafael yang dibalas Raina dengan memutar bola matanya malas.
‘’Udah mau siang nih, kita pulang yuk, sekalian kamu istirahat’’ Ajak Rafael dan diangguki oleh Raina.
* * *
Hari ini adalah hari dimana Rafael dan Raina berpisah untuk melanjutkan S2 nya di luar negri, terlihat Rafael dan Raina yang tengah berdiri di bandara sudirman.
‘’Kayak berasa baru aja ketemu kemarin ya, sekarang mau pisah lagi’’Ucap Raina sendu.
‘’Gapapa lagipula kita kan bisa komunikasi walau negara yang kita tempati sama tapi berbeda dengan kotanya’’Ujar Rafael dengan tersenyum simpul
‘’Kepada para penumpang yang akan menuju Hongkong diharapkan segera masuk pesawat, penerbangan akan dilakukan 15 menit lagi’’
‘’Eh udah mau berangkat tuh, ayo masuk’’Ajak Rafael dan diangguki Raina dengan antusias.
‘’Semoga kita dipertemukan lagi oleh semesta dengan jarak yang dekat’’Batin Raina sambil memandang ke arah jendela.
Tiba-tiba Rafael menidurkan kepalanya di pundak Raina, membuat dirinya terlonjak kaget.
‘’Aku kangen tau, kira-kira udah berapa lama kita gak ketemu?’’Tanya Rafael sambil memainkan beberapa helai rambut Raina.
‘’Entah mungkin 12 tahun?’’
Sebuah tangan meraih jari-jemari Raina membuat dirinya menoleh.
Jujur Aku cinta Kamu, Aku gak rela kalau kita pisah lagi’’Ungkap Rafael yang masih menidurkan kepalanya di pundak Raina.
Raina tersenyum simpul, tangannya mulai mengelus pucuk kepala Rafael dengan lembut membuat sang empu mengantuk, hingga akhirnya kedua-nya tertidur dengan tangan yang masih bertaut.
TAMAT’’Bun, Adek mau main keluar ya’’ Ucap seorang anak laki laki bernama Rafael.
‘’Iya, tapi jangan sampai ke jalan raya ya? Soalnya disana banyak kendaraan yang melintas’’Ujar Bunda.
‘’Siap Bun!’’
* * *
Selama di perjalanan di saat Rafael hendak menuju taman, Ia bertemu dengan seorang Gadis yang tengah menangis, Rafael pun menghampirinya.
‘’Kamu kenapa?’’Tanya Rafael kepada Gadis itu, tetapi Gadis itu tak kunjung menjawabnya dan hanya terdengar suara tangisnya, Rafael pun menanyakan pertanyaan yang sama tetapi tangisan Gadis itu semakin pecah.
‘’Udah jangan nangis’’Bujuk Rafael seraya menenangkan gadis itu dengan menepuk pelan pundaknya, tak lama kemudian tangisan gadis itu reda.
‘’Kamu kenapa menangis?’’
‘’Aku sedih…Aku ditinggal sendiri di sini sama temanku…’’Jelas Gadis itu dengan sesegukan.
‘’Emang Kamu habis ngapain sampai bisa ditinggal sendiri?’’
‘’Tadi Aku habis nolongin kucing yang terluka….’’
‘’Oh…….yaudah sekarang ada Aku yang siap menjadi temanmu’’Ucap Rafael yang membuat senyum Gadis itu merekah
‘’Oh iya, nama Kamu siapa?’’
‘’Namaku Raina, kalau Kamu?’’
‘’Namaku Rafael’’
‘’Oh iya, Aku punya sesuatu loh buat Kamu’’Lanjut Rafael
‘’Oh ya? Apa itu?’’
Rafael mulai merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu, dan ternyata itu adalah sebuah liontin berbentuk bulan sabit dengan sedikit hiasan manik-manik di pinggirannya, Ia menunjukkan liontin tersebut kepada Raina.
‘’Wah bagus sekali! Ini beneran buat Aku?’’Tanya Raina dengan pupil mata yang berbinar.
‘’Iya ini buat Kamu, sini Aku pakaikan’’
‘’Cantik!’’Ucap Rafael selepas memakaikan liontin tersebut kepada Raina, Raina tersipu malu mendengar ucapan Rafael.
‘’Loh? Mau kemana?’’Tanya Rafael saat melihat Raina mulai pergi berlari menjauhinya.
‘’Sini kejar Aku! Kalau bisa tangkap Aku, Aku juga bakal kasih Kamu sesuatu!’’Teriaknya dari kejauhan, Rafael Pun menyusul Raina.
‘’Raina! Jangan jauh-jauh!’’
‘’Ayo cepat tangkap Aku!’’
‘’Raina! Jangan sampai ke jalan raya! Bahaya banyak kendaraan besar yang berlalu lalang!’’
‘’Tin!. . . Tin!. . . Tin!. . .’’
Raina tetap melanjutkan berlarinya hingga tanpa sadar sebuah mobil melaju dan tanpa sengaja menabrak Raina, Rafael yang melihat hal itu dilanda kepanikan, dengan segera Ia menyusul Raina akan tetapi, hal yang terjadi pada Raina juga terjadi kepadanya.
* * *
BREAKING NEWS
Berita Terkini
Telah terjadi sebuah kecelakaan di persimpangan jalan, jalan brantas yang saling menyambung untuk menuju ke salah satu desa. Kecelakaan tersebut terjadi pada dini hari pukul 10.00 WIB. Korban kecelakaan seorang Anak kecil laki-laki dan perempuan serta 1 truck, 2 mobil juga 1 sepeda motor.
Seorang wanita paruh baya yang tengah menonton berita langsung teringat akan anaknya yang pergi bermain keluar, dan Ia terkejut saat melihat siapa korban dari kecelakaan tersebut. Ia bergegas menuju lokasi. Disana Ia melihat ke-dua korban kecelakaan itu telah berada di dalam ambulan, Ia pun segera menyusul ambulan itu ke rumah sakit.
* * *
Setelah berjam-jam menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruangan si korban, kedua orang tua korban terkejut tatkala mendengar bahwa kedua korban mengalami koma dan amnesia. Karena hal itu akhirnya terjadilah konflik antar kedua orangtua korban, salah satu dari mereka membawa anaknya keluar kota dan satunya menetap.
* * *
14 Tahun telah berlalu, terlihat seorang mahasiswa laki-laki yang tengah tergesa-gesa mengenakkan sepatunya, Ia segera berangkat menuju kampus, di persimpangan jalan Ia berpapasan dengan mahasiswa perempuan tatapannya saling bertemu, keduanya seakan-akan merasa ada sebuah benang yang membuat mereka saling terhubung. Setibanya di kampus Ia tak sengaja bertabrakan dengan mahasiswa yang sempat berpapasan tadi.
"Eh! Maaf maaf Aku gak sengaja, sini ku bantu’’Ujarnya seraya mengulurkan tangan untuk membantu mahasiswa itu, tangannya mulai terulur menerima tawarannya.
‘’Makasih’’Ucap mahasiswa itu.
‘’Btw, namamu siapa?’’Tanyanya
‘’Raina’’
‘’Raina? Gadis kecil yang pernah nangis di dekat taman kan?’’Tebaknya yang tiba-tiba ingat sesuatu, Raina yang mendengar itu sontak membelalakkan matanya terkejut.
‘’Rafael?’’
‘’Kirain gak bakalan ingat’’
‘’Aslinya sih gak ingat, Kamunya aja yang buat Aku ingat’’
Rafael mengangguk untuk menanggapi jawaban Raina.
‘’Gak nyangka ya kita dipertemukan lagi’’
‘’Oh iya, Kamu ikut fakultas apa?’’Lanjut Raina.
‘’Management, Kamu?’’
‘’Wah sama dong! Btw ayo ke kelas takutnya udah mulai’’Ucap Raina dan diangguki Rafael.
Waktu demi waktu, hari demi hari, mereka semakin dekat seperti sedia kala, hingga suatu hari keduanya memutuskan untuk melanjutkan S2 di luar negeri.
Di Sebuah taman terlihat dua orang yang tengah duduk di kursi taman dengan lampu yang menyinari kursi itu, membuat seperti suasana yang romantis.
‘’Rafael’’Panggil Raina, yang dipanggil menoleh ke asal suara.
‘’Setelah wisuda ini kira-kira Kamu mau lanjut disini atau gimana?’’
‘’Hmm……gak tau’’Ucap Rafael yang nampaknya masih menimang-nimang pilihannya.
‘’Kayaknya, kita bakal berpisah lagi deh’’Tukas Raina.
‘’Kenapa?’’Bingung Rafael.
‘’Aku memutuskan untuk melanjutkan S2 nya di luar negeri’’Ujar Raina, keduanya menoleh dan saling bertatapan, ada perasaan tak rela di selubuk hatinya, Rafael memalingkan wajahnya dan mengangguk perlahan.
‘’Sama sih, Aku juga sekalian mau buat bisnis disana’’Ucap Rafael dengan tersenyum simpul.
‘’Hahh…lagi-lagi Kita dipisahkan oleh semesta ya’’Ucap Raina dengan kepala menengadah ke langit malam yang dihiasi oleh benda-benda kecil di atas sana.
‘’Semua pertemuan pasti ada perpisahan Ra..’’Ujar Rafael yang ikut mengadahkan kepalanya.
Raina menoleh mendapati wajah Rafael yang tengah menutup mata, menikmati dinginnya malam, semilir angin membuat beberapa helai rambutnya bergerak, membuat dirinya terlihat rupawan dimata Raina, Raina terlalu fokus untuk memandangnya, hingga tak sadar jika Rafael tengah memperhatikannya dengan heran.
‘’Woi! Biasa aja dong kalau ngeliatin!’’Teriak Rafael membuat Raina memalingkan wajahnya dengan perasaan gugup.
‘’Ekhem! Btw udah malam nih Fa, boleh tolong anterin?’’
‘’Ayo’’
* * *
Bulan ini, bulan dimana para mahasiswa tengah merayakan acara kelulusannya dengan rasa sedih karena ada yang berpisah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada yang senang karena telah lulus.
‘’Selamat hari kelulusan Rafa!’’Teriak Raina dari kejauhan seraya berlari menghampirinya.
‘’Selamat hari kelulusan juga Ra!’’Ucap Rafael seraya tersenyum menampilkan gigi serinya.
‘’Btw, gimana kalau kita jalan-jalan bentar sebelum kita berpisah’’
‘’Boleh, gimana kalau kita ke wahana?’’Tanya Rafael, dengan spontan Raina mengangguk.
Mereka segera berangkat menuju wahana, sebuah suasana yang merekah hadir di dalam mobil yang mereka naiki, canda tawa yang menghiasi keheningan di dalam sana dengan musik yang menggambarkan suasana itu.
‘’Rafael! Ayo naik itu!’’Ucap Raina seraya menunjuk salah satu wahana yaitu sebuah rollercoaster, Rafael mengangguk untuk menanggapi.
Suasana di wahana itu begitu ramai karena banyak penumpang yang berteriak histeris karena takut jatuh, tapi berbeda dengan Rafael dan Raina, keduanya malah berteriak saling menyahut.
‘’Aduh pusing….’’Keluh Raina seraya memijit pelipisnya.
‘’Lagian kebanyakan teriak tuh mangkannya pusing’’Canda Rafael yang dibalas Raina dengan memutar bola matanya malas.
‘’Udah mau siang nih, kita pulang yuk, sekalian kamu istirahat’’ Ajak Rafael dan diangguki oleh Raina.
* * *
Hari ini adalah hari dimana Rafael dan Raina berpisah untuk melanjutkan S2 nya di luar negri, terlihat Rafael dan Raina yang tengah berdiri di bandara sudirman.
‘’Kayak berasa baru aja ketemu kemarin ya, sekarang mau pisah lagi’’Ucap Raina sendu.
‘’Gapapa lagipula kita kan bisa komunikasi walau negara yang kita tempati sama tapi berbeda dengan kotanya’’Ujar Rafael dengan tersenyum simpul
‘’Kepada para penumpang yang akan menuju Hongkong diharapkan segera masuk pesawat, penerbangan akan dilakukan 15 menit lagi’’
‘’Eh udah mau berangkat tuh, ayo masuk’’Ajak Rafael dan diangguki Raina dengan antusias.
‘’Semoga kita dipertemukan lagi oleh semesta dengan jarak yang dekat’’Batin Raina sambil memandang ke arah jendela.
Tiba-tiba Rafael menidurkan kepalanya di pundak Raina, membuat dirinya terlonjak kaget.
‘’Aku kangen tau, kira-kira udah berapa lama kita gak ketemu?’’Tanya Rafael sambil memainkan beberapa helai rambut Raina.
‘’Entah mungkin 12 tahun?’’
Sebuah tangan meraih jari-jemari Raina membuat dirinya menoleh.
Jujur Aku cinta Kamu, Aku gak rela kalau kita pisah lagi’’Ungkap Rafael yang masih menidurkan kepalanya di pundak Raina.
Raina tersenyum simpul, tangannya mulai mengelus pucuk kepala Rafael dengan lembut membuat sang empu mengantuk, hingga akhirnya kedua-nya tertidur dengan tangan yang masih bertaut.
TAMAT’’Bun, Adek mau main keluar ya’’ Ucap seorang anak laki laki bernama Rafael.
‘’Iya, tapi jangan sampai ke jalan raya ya? Soalnya disana banyak kendaraan yang melintas’’Ujar Bunda.
‘’Siap Bun!’’
* * *
Selama di perjalanan di saat Rafael hendak menuju taman, Ia bertemu dengan seorang Gadis yang tengah menangis, Rafael pun menghampirinya.
‘’Kamu kenapa?’’Tanya Rafael kepada Gadis itu, tetapi Gadis itu tak kunjung menjawabnya dan hanya terdengar suara tangisnya, Rafael pun menanyakan pertanyaan yang sama tetapi tangisan Gadis itu semakin pecah.
‘’Udah jangan nangis’’Bujuk Rafael seraya menenangkan gadis itu dengan menepuk pelan pundaknya, tak lama kemudian tangisan gadis itu reda.
‘’Kamu kenapa menangis?’’
‘’Aku sedih…Aku ditinggal sendiri di sini sama temanku…’’Jelas Gadis itu dengan sesegukan.
‘’Emang Kamu habis ngapain sampai bisa ditinggal sendiri?’’
‘’Tadi Aku habis nolongin kucing yang terluka….’’
‘’Oh…….yaudah sekarang ada Aku yang siap menjadi temanmu’’Ucap Rafael yang membuat senyum Gadis itu merekah
‘’Oh iya, nama Kamu siapa?’’
‘’Namaku Raina, kalau Kamu?’’
‘’Namaku Rafael’’
‘’Oh iya, Aku punya sesuatu loh buat Kamu’’Lanjut Rafael
‘’Oh ya? Apa itu?’’
Rafael mulai merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu, dan ternyata itu adalah sebuah liontin berbentuk bulan sabit dengan sedikit hiasan manik-manik di pinggirannya, Ia menunjukkan liontin tersebut kepada Raina.
‘’Wah bagus sekali! Ini beneran buat Aku?’’Tanya Raina dengan pupil mata yang berbinar.
‘’Iya ini buat Kamu, sini Aku pakaikan’’
‘’Cantik!’’Ucap Rafael selepas memakaikan liontin tersebut kepada Raina, Raina tersipu malu mendengar ucapan Rafael.
‘’Loh? Mau kemana?’’Tanya Rafael saat melihat Raina mulai pergi berlari menjauhinya.
‘’Sini kejar Aku! Kalau bisa tangkap Aku, Aku juga bakal kasih Kamu sesuatu!’’Teriaknya dari kejauhan, Rafael Pun menyusul Raina.
‘’Raina! Jangan jauh-jauh!’’
‘’Ayo cepat tangkap Aku!’’
‘’Raina! Jangan sampai ke jalan raya! Bahaya banyak kendaraan besar yang berlalu lalang!’’
‘’Tin!. . . Tin!. . . Tin!. . .’’
Raina tetap melanjutkan berlarinya hingga tanpa sadar sebuah mobil melaju dan tanpa sengaja menabrak Raina, Rafael yang melihat hal itu dilanda kepanikan, dengan segera Ia menyusul Raina akan tetapi, hal yang terjadi pada Raina juga terjadi kepadanya.
* * *
BREAKING NEWS
Berita Terkini
Telah terjadi sebuah kecelakaan di persimpangan jalan, jalan brantas yang saling menyambung untuk menuju ke salah satu desa. Kecelakaan tersebut terjadi pada dini hari pukul 10.00 WIB. Korban kecelakaan seorang Anak kecil laki-laki dan perempuan serta 1 truck, 2 mobil juga 1 sepeda motor.
Seorang wanita paruh baya yang tengah menonton berita langsung teringat akan anaknya yang pergi bermain keluar, dan Ia terkejut saat melihat siapa korban dari kecelakaan tersebut. Ia bergegas menuju lokasi. Disana Ia melihat ke-dua korban kecelakaan itu telah berada di dalam ambulan, Ia pun segera menyusul ambulan itu ke rumah sakit.
* * *
Setelah berjam-jam menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruangan si korban, kedua orang tua korban terkejut tatkala mendengar bahwa kedua korban mengalami koma dan amnesia. Karena hal itu akhirnya terjadilah konflik antar kedua orangtua korban, salah satu dari mereka membawa anaknya keluar kota dan satunya menetap.
* * *
14 Tahun telah berlalu, terlihat seorang mahasiswa laki-laki yang tengah tergesa-gesa mengenakkan sepatunya, Ia segera berangkat menuju kampus, di persimpangan jalan Ia berpapasan dengan mahasiswa perempuan tatapannya saling bertemu, keduanya seakan-akan merasa ada sebuah benang yang membuat mereka saling terhubung. Setibanya di kampus Ia tak sengaja bertabrakan dengan mahasiswa yang sempat berpapasan tadi.
"Eh! Maaf maaf Aku gak sengaja, sini ku bantu’’Ujarnya seraya mengulurkan tangan untuk membantu mahasiswa itu, tangannya mulai terulur menerima tawarannya.
‘’Makasih’’Ucap mahasiswa itu.
‘’Btw, namamu siapa?’’Tanyanya
‘’Raina’’
‘’Raina? Gadis kecil yang pernah nangis di dekat taman kan?’’Tebaknya yang tiba-tiba ingat sesuatu, Raina yang mendengar itu sontak membelalakkan matanya terkejut.
‘’Rafael?’’
‘’Kirain gak bakalan ingat’’
‘’Aslinya sih gak ingat, Kamunya aja yang buat Aku ingat’’
Rafael mengangguk untuk menanggapi jawaban Raina.
‘’Gak nyangka ya kita dipertemukan lagi’’
‘’Oh iya, Kamu ikut fakultas apa?’’Lanjut Raina.
‘’Management, Kamu?’’
‘’Wah sama dong! Btw ayo ke kelas takutnya udah mulai’’Ucap Raina dan diangguki Rafael.
Waktu demi waktu, hari demi hari, mereka semakin dekat seperti sedia kala, hingga suatu hari keduanya memutuskan untuk melanjutkan S2 di luar negeri.
Di Sebuah taman terlihat dua orang yang tengah duduk di kursi taman dengan lampu yang menyinari kursi itu, membuat seperti suasana yang romantis.
‘’Rafael’’Panggil Raina, yang dipanggil menoleh ke asal suara.
‘’Setelah wisuda ini kira-kira Kamu mau lanjut disini atau gimana?’’
‘’Hmm……gak tau’’Ucap Rafael yang nampaknya masih menimang-nimang pilihannya.
‘’Kayaknya, kita bakal berpisah lagi deh’’Tukas Raina.
‘’Kenapa?’’Bingung Rafael.
‘’Aku memutuskan untuk melanjutkan S2 nya di luar negeri’’Ujar Raina, keduanya menoleh dan saling bertatapan, ada perasaan tak rela di selubuk hatinya, Rafael memalingkan wajahnya dan mengangguk perlahan.
‘’Sama sih, Aku juga sekalian mau buat bisnis disana’’Ucap Rafael dengan tersenyum simpul.
‘’Hahh…lagi-lagi Kita dipisahkan oleh semesta ya’’Ucap Raina dengan kepala menengadah ke langit malam yang dihiasi oleh benda-benda kecil di atas sana.
‘’Semua pertemuan pasti ada perpisahan Ra..’’Ujar Rafael yang ikut mengadahkan kepalanya.
Raina menoleh mendapati wajah Rafael yang tengah menutup mata, menikmati dinginnya malam, semilir angin membuat beberapa helai rambutnya bergerak, membuat dirinya terlihat rupawan dimata Raina, Raina terlalu fokus untuk memandangnya, hingga tak sadar jika Rafael tengah memperhatikannya dengan heran.
‘’Woi! Biasa aja dong kalau ngeliatin!’’Teriak Rafael membuat Raina memalingkan wajahnya dengan perasaan gugup.
‘’Ekhem! Btw udah malam nih Fa, boleh tolong anterin?’’
‘’Ayo’’
* * *
Bulan ini, bulan dimana para mahasiswa tengah merayakan acara kelulusannya dengan rasa sedih karena ada yang berpisah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada yang senang karena telah lulus.
‘’Selamat hari kelulusan Rafa!’’Teriak Raina dari kejauhan seraya berlari menghampirinya.
‘’Selamat hari kelulusan juga Ra!’’Ucap Rafael seraya tersenyum menampilkan gigi serinya.
‘’Btw, gimana kalau kita jalan-jalan bentar sebelum kita berpisah’’
‘’Boleh, gimana kalau kita ke wahana?’’Tanya Rafael, dengan spontan Raina mengangguk.
Mereka segera berangkat menuju wahana, sebuah suasana yang merekah hadir di dalam mobil yang mereka naiki, canda tawa yang menghiasi keheningan di dalam sana dengan musik yang menggambarkan suasana itu.
‘’Rafael! Ayo naik itu!’’Ucap Raina seraya menunjuk salah satu wahana yaitu sebuah rollercoaster, Rafael mengangguk untuk menanggapi.
Suasana di wahana itu begitu ramai karena banyak penumpang yang berteriak histeris karena takut jatuh, tapi berbeda dengan Rafael dan Raina, keduanya malah berteriak saling menyahut.
‘’Aduh pusing….’’Keluh Raina seraya memijit pelipisnya.
‘’Lagian kebanyakan teriak tuh mangkannya pusing’’Canda Rafael yang dibalas Raina dengan memutar bola matanya malas.
‘’Udah mau siang nih, kita pulang yuk, sekalian kamu istirahat’’ Ajak Rafael dan diangguki oleh Raina.
* * *
Hari ini adalah hari dimana Rafael dan Raina berpisah untuk melanjutkan S2 nya di luar negri, terlihat Rafael dan Raina yang tengah berdiri di bandara sudirman.
‘’Kayak berasa baru aja ketemu kemarin ya, sekarang mau pisah lagi’’Ucap Raina sendu.
‘’Gapapa lagipula kita kan bisa komunikasi walau negara yang kita tempati sama tapi berbeda dengan kotanya’’Ujar Rafael dengan tersenyum simpul
‘’Kepada para penumpang yang akan menuju Hongkong diharapkan segera masuk pesawat, penerbangan akan dilakukan 15 menit lagi’’
‘’Eh udah mau berangkat tuh, ayo masuk’’Ajak Rafael dan diangguki Raina dengan antusias.
‘’Semoga kita dipertemukan lagi oleh semesta dengan jarak yang dekat’’Batin Raina sambil memandang ke arah jendela.
Tiba-tiba Rafael menidurkan kepalanya di pundak Raina, membuat dirinya terlonjak kaget.
‘’Aku kangen tau, kira-kira udah berapa lama kita gak ketemu?’’Tanya Rafael sambil memainkan beberapa helai rambut Raina.
‘’Entah mungkin 12 tahun?’’
Sebuah tangan meraih jari-jemari Raina membuat dirinya menoleh.
Jujur Aku cinta Kamu, Aku gak rela kalau kita pisah lagi’’Ungkap Rafael yang masih menidurkan kepalanya di pundak Raina.
Raina tersenyum simpul, tangannya mulai mengelus pucuk kepala Rafael dengan lembut membuat sang empu mengantuk, hingga akhirnya kedua-nya tertidur dengan tangan yang masih bertaut.
TAMAT’’Bun, Adek mau main keluar ya’’ Ucap seorang anak laki laki bernama Rafael.
‘’Iya, tapi jangan sampai ke jalan raya ya? Soalnya disana banyak kendaraan yang melintas’’Ujar Bunda.
‘’Siap Bun!’’
* * *
Selama di perjalanan di saat Rafael hendak menuju taman, Ia bertemu dengan seorang Gadis yang tengah menangis, Rafael pun menghampirinya.
‘’Kamu kenapa?’’Tanya Rafael kepada Gadis itu, tetapi Gadis itu tak kunjung menjawabnya dan hanya terdengar suara tangisnya, Rafael pun menanyakan pertanyaan yang sama tetapi tangisan Gadis itu semakin pecah.
‘’Udah jangan nangis’’Bujuk Rafael seraya menenangkan gadis itu dengan menepuk pelan pundaknya, tak lama kemudian tangisan gadis itu reda.
‘’Kamu kenapa menangis?’’
‘’Aku sedih…Aku ditinggal sendiri di sini sama temanku…’’Jelas Gadis itu dengan sesegukan.
‘’Emang Kamu habis ngapain sampai bisa ditinggal sendiri?’’
‘’Tadi Aku habis nolongin kucing yang terluka….’’
‘’Oh…….yaudah sekarang ada Aku yang siap menjadi temanmu’’Ucap Rafael yang membuat senyum Gadis itu merekah
‘’Oh iya, nama Kamu siapa?’’
‘’Namaku Raina, kalau Kamu?’’
‘’Namaku Rafael’’
‘’Oh iya, Aku punya sesuatu loh buat Kamu’’Lanjut Rafael
‘’Oh ya? Apa itu?’’
Rafael mulai merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu, dan ternyata itu adalah sebuah liontin berbentuk bulan sabit dengan sedikit hiasan manik-manik di pinggirannya, Ia menunjukkan liontin tersebut kepada Raina.
‘’Wah bagus sekali! Ini beneran buat Aku?’’Tanya Raina dengan pupil mata yang berbinar.
‘’Iya ini buat Kamu, sini Aku pakaikan’’
‘’Cantik!’’Ucap Rafael selepas memakaikan liontin tersebut kepada Raina, Raina tersipu malu mendengar ucapan Rafael.
‘’Loh? Mau kemana?’’Tanya Rafael saat melihat Raina mulai pergi berlari menjauhinya.
‘’Sini kejar Aku! Kalau bisa tangkap Aku, Aku juga bakal kasih Kamu sesuatu!’’Teriaknya dari kejauhan, Rafael Pun menyusul Raina.
‘’Raina! Jangan jauh-jauh!’’
‘’Ayo cepat tangkap Aku!’’
‘’Raina! Jangan sampai ke jalan raya! Bahaya banyak kendaraan besar yang berlalu lalang!’’
‘’Tin!. . . Tin!. . . Tin!. . .’’
Raina tetap melanjutkan berlarinya hingga tanpa sadar sebuah mobil melaju dan tanpa sengaja menabrak Raina, Rafael yang melihat hal itu dilanda kepanikan, dengan segera Ia menyusul Raina akan tetapi, hal yang terjadi pada Raina juga terjadi kepadanya.
* * *
BREAKING NEWS
Berita Terkini
Telah terjadi sebuah kecelakaan di persimpangan jalan, jalan brantas yang saling menyambung untuk menuju ke salah satu desa. Kecelakaan tersebut terjadi pada dini hari pukul 10.00 WIB. Korban kecelakaan seorang Anak kecil laki-laki dan perempuan serta 1 truck, 2 mobil juga 1 sepeda motor.
Seorang wanita paruh baya yang tengah menonton berita langsung teringat akan anaknya yang pergi bermain keluar, dan Ia terkejut saat melihat siapa korban dari kecelakaan tersebut. Ia bergegas menuju lokasi. Disana Ia melihat ke-dua korban kecelakaan itu telah berada di dalam ambulan, Ia pun segera menyusul ambulan itu ke rumah sakit.
* * *
Setelah berjam-jam menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruangan si korban, kedua orang tua korban terkejut tatkala mendengar bahwa kedua korban mengalami koma dan amnesia. Karena hal itu akhirnya terjadilah konflik antar kedua orangtua korban, salah satu dari mereka membawa anaknya keluar kota dan satunya menetap.
* * *
14 Tahun telah berlalu, terlihat seorang mahasiswa laki-laki yang tengah tergesa-gesa mengenakkan sepatunya, Ia segera berangkat menuju kampus, di persimpangan jalan Ia berpapasan dengan mahasiswa perempuan tatapannya saling bertemu, keduanya seakan-akan merasa ada sebuah benang yang membuat mereka saling terhubung. Setibanya di kampus Ia tak sengaja bertabrakan dengan mahasiswa yang sempat berpapasan tadi.
"Eh! Maaf maaf Aku gak sengaja, sini ku bantu’’Ujarnya seraya mengulurkan tangan untuk membantu mahasiswa itu, tangannya mulai terulur menerima tawarannya.
‘’Makasih’’Ucap mahasiswa itu.
‘’Btw, namamu siapa?’’Tanyanya
‘’Raina’’
‘’Raina? Gadis kecil yang pernah nangis di dekat taman kan?’’Tebaknya yang tiba-tiba ingat sesuatu, Raina yang mendengar itu sontak membelalakkan matanya terkejut.
‘’Rafael?’’
‘’Kirain gak bakalan ingat’’
‘’Aslinya sih gak ingat, Kamunya aja yang buat Aku ingat’’
Rafael mengangguk untuk menanggapi jawaban Raina.
‘’Gak nyangka ya kita dipertemukan lagi’’
‘’Oh iya, Kamu ikut fakultas apa?’’Lanjut Raina.
‘’Management, Kamu?’’
‘’Wah sama dong! Btw ayo ke kelas takutnya udah mulai’’Ucap Raina dan diangguki Rafael.
Waktu demi waktu, hari demi hari, mereka semakin dekat seperti sedia kala, hingga suatu hari keduanya memutuskan untuk melanjutkan S2 di luar negeri.
Di Sebuah taman terlihat dua orang yang tengah duduk di kursi taman dengan lampu yang menyinari kursi itu, membuat seperti suasana yang romantis.
‘’Rafael’’Panggil Raina, yang dipanggil menoleh ke asal suara.
‘’Setelah wisuda ini kira-kira Kamu mau lanjut disini atau gimana?’’
‘’Hmm……gak tau’’Ucap Rafael yang nampaknya masih menimang-nimang pilihannya.
‘’Kayaknya, kita bakal berpisah lagi deh’’Tukas Raina.
‘’Kenapa?’’Bingung Rafael.
‘’Aku memutuskan untuk melanjutkan S2 nya di luar negeri’’Ujar Raina, keduanya menoleh dan saling bertatapan, ada perasaan tak rela di selubuk hatinya, Rafael memalingkan wajahnya dan mengangguk perlahan.
‘’Sama sih, Aku juga sekalian mau buat bisnis disana’’Ucap Rafael dengan tersenyum simpul.
‘’Hahh…lagi-lagi Kita dipisahkan oleh semesta ya’’Ucap Raina dengan kepala menengadah ke langit malam yang dihiasi oleh benda-benda kecil di atas sana.
‘’Semua pertemuan pasti ada perpisahan Ra..’’Ujar Rafael yang ikut mengadahkan kepalanya.
Raina menoleh mendapati wajah Rafael yang tengah menutup mata, menikmati dinginnya malam, semilir angin membuat beberapa helai rambutnya bergerak, membuat dirinya terlihat rupawan dimata Raina, Raina terlalu fokus untuk memandangnya, hingga tak sadar jika Rafael tengah memperhatikannya dengan heran.
‘’Woi! Biasa aja dong kalau ngeliatin!’’Teriak Rafael membuat Raina memalingkan wajahnya dengan perasaan gugup.
‘’Ekhem! Btw udah malam nih Fa, boleh tolong anterin?’’
‘’Ayo’’
* * *
Bulan ini, bulan dimana para mahasiswa tengah merayakan acara kelulusannya dengan rasa sedih karena ada yang berpisah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada yang senang karena telah lulus.
‘’Selamat hari kelulusan Rafa!’’Teriak Raina dari kejauhan seraya berlari menghampirinya.
‘’Selamat hari kelulusan juga Ra!’’Ucap Rafael seraya tersenyum menampilkan gigi serinya.
‘’Btw, gimana kalau kita jalan-jalan bentar sebelum kita berpisah’’
‘’Boleh, gimana kalau kita ke wahana?’’Tanya Rafael, dengan spontan Raina mengangguk.
Mereka segera berangkat menuju wahana, sebuah suasana yang merekah hadir di dalam mobil yang mereka naiki, canda tawa yang menghiasi keheningan di dalam sana dengan musik yang menggambarkan suasana itu.
‘’Rafael! Ayo naik itu!’’Ucap Raina seraya menunjuk salah satu wahana yaitu sebuah rollercoaster, Rafael mengangguk untuk menanggapi.
Suasana di wahana itu begitu ramai karena banyak penumpang yang berteriak histeris karena takut jatuh, tapi berbeda dengan Rafael dan Raina, keduanya malah berteriak saling menyahut.
‘’Aduh pusing….’’Keluh Raina seraya memijit pelipisnya.
‘’Lagian kebanyakan teriak tuh mangkannya pusing’’Canda Rafael yang dibalas Raina dengan memutar bola matanya malas.
‘’Udah mau siang nih, kita pulang yuk, sekalian kamu istirahat’’ Ajak Rafael dan diangguki oleh Raina.
* * *
Hari ini adalah hari dimana Rafael dan Raina berpisah untuk melanjutkan S2 nya di luar negri, terlihat Rafael dan Raina yang tengah berdiri di bandara sudirman.
‘’Kayak berasa baru aja ketemu kemarin ya, sekarang mau pisah lagi’’Ucap Raina sendu.
‘’Gapapa lagipula kita kan bisa komunikasi walau negara yang kita tempati sama tapi berbeda dengan kotanya’’Ujar Rafael dengan tersenyum simpul
‘’Kepada para penumpang yang akan menuju Hongkong diharapkan segera masuk pesawat, penerbangan akan dilakukan 15 menit lagi’’
‘’Eh udah mau berangkat tuh, ayo masuk’’Ajak Rafael dan diangguki Raina dengan antusias.
‘’Semoga kita dipertemukan lagi oleh semesta dengan jarak yang dekat’’Batin Raina sambil memandang ke arah jendela.
Tiba-tiba Rafael menidurkan kepalanya di pundak Raina, membuat dirinya terlonjak kaget.
‘’Aku kangen tau, kira-kira udah berapa lama kita gak ketemu?’’Tanya Rafael sambil memainkan beberapa helai rambut Raina.
‘’Entah mungkin 12 tahun?’’
Sebuah tangan meraih jari-jemari Raina membuat dirinya menoleh.
Jujur Aku cinta Kamu, Aku gak rela kalau kita pisah lagi’’Ungkap Rafael yang masih menidurkan kepalanya di pundak Raina.
Raina tersenyum simpul, tangannya mulai mengelus pucuk kepala Rafael dengan lembut membuat sang empu mengantuk, hingga akhirnya kedua-nya tertidur dengan tangan yang masih bertaut.
TAMAT’’Bun, Adek mau main keluar ya’’ Ucap seorang anak laki laki bernama Rafael.
‘’Iya, tapi jangan sampai ke jalan raya ya? Soalnya disana banyak kendaraan yang melintas’’Ujar Bunda.
‘’Siap Bun!’’
* * *
Selama di perjalanan di saat Rafael hendak menuju taman, Ia bertemu dengan seorang Gadis yang tengah menangis, Rafael pun menghampirinya.
‘’Kamu kenapa?’’Tanya Rafael kepada Gadis itu, tetapi Gadis itu tak kunjung menjawabnya dan hanya terdengar suara tangisnya, Rafael pun menanyakan pertanyaan yang sama tetapi tangisan Gadis itu semakin pecah.
‘’Udah jangan nangis’’Bujuk Rafael seraya menenangkan gadis itu dengan menepuk pelan pundaknya, tak lama kemudian tangisan gadis itu reda.
‘’Kamu kenapa menangis?’’
‘’Aku sedih…Aku ditinggal sendiri di sini sama temanku…’’Jelas Gadis itu dengan sesegukan.
‘’Emang Kamu habis ngapain sampai bisa ditinggal sendiri?’’
‘’Tadi Aku habis nolongin kucing yang terluka….’’
‘’Oh…….yaudah sekarang ada Aku yang siap menjadi temanmu’’Ucap Rafael yang membuat senyum Gadis itu merekah
‘’Oh iya, nama Kamu siapa?’’
‘’Namaku Raina, kalau Kamu?’’
‘’Namaku Rafael’’
‘’Oh iya, Aku punya sesuatu loh buat Kamu’’Lanjut Rafael
‘’Oh ya? Apa itu?’’
Rafael mulai merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu, dan ternyata itu adalah sebuah liontin berbentuk bulan sabit dengan sedikit hiasan manik-manik di pinggirannya, Ia menunjukkan liontin tersebut kepada Raina.
‘’Wah bagus sekali! Ini beneran buat Aku?’’Tanya Raina dengan pupil mata yang berbinar.
‘’Iya ini buat Kamu, sini Aku pakaikan’’
‘’Cantik!’’Ucap Rafael selepas memakaikan liontin tersebut kepada Raina, Raina tersipu malu mendengar ucapan Rafael.
‘’Loh? Mau kemana?’’Tanya Rafael saat melihat Raina mulai pergi berlari menjauhinya.
‘’Sini kejar Aku! Kalau bisa tangkap Aku, Aku juga bakal kasih Kamu sesuatu!’’Teriaknya dari kejauhan, Rafael Pun menyusul Raina.
‘’Raina! Jangan jauh-jauh!’’
‘’Ayo cepat tangkap Aku!’’
‘’Raina! Jangan sampai ke jalan raya! Bahaya banyak kendaraan besar yang berlalu lalang!’’
‘’Tin!. . . Tin!. . . Tin!. . .’’
Raina tetap melanjutkan berlarinya hingga tanpa sadar sebuah mobil melaju dan tanpa sengaja menabrak Raina, Rafael yang melihat hal itu dilanda kepanikan, dengan segera Ia menyusul Raina akan tetapi, hal yang terjadi pada Raina juga terjadi kepadanya.
* * *
BREAKING NEWS
Berita Terkini
Telah terjadi sebuah kecelakaan di persimpangan jalan, jalan brantas yang saling menyambung untuk menuju ke salah satu desa. Kecelakaan tersebut terjadi pada dini hari pukul 10.00 WIB. Korban kecelakaan seorang Anak kecil laki-laki dan perempuan serta 1 truck, 2 mobil juga 1 sepeda motor.
Seorang wanita paruh baya yang tengah menonton berita langsung teringat akan anaknya yang pergi bermain keluar, dan Ia terkejut saat melihat siapa korban dari kecelakaan tersebut. Ia bergegas menuju lokasi. Disana Ia melihat ke-dua korban kecelakaan itu telah berada di dalam ambulan, Ia pun segera menyusul ambulan itu ke rumah sakit.
* * *
Setelah berjam-jam menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruangan si korban, kedua orang tua korban terkejut tatkala mendengar bahwa kedua korban mengalami koma dan amnesia. Karena hal itu akhirnya terjadilah konflik antar kedua orangtua korban, salah satu dari mereka membawa anaknya keluar kota dan satunya menetap.
* * *
14 Tahun telah berlalu, terlihat seorang mahasiswa laki-laki yang tengah tergesa-gesa mengenakkan sepatunya, Ia segera berangkat menuju kampus, di persimpangan jalan Ia berpapasan dengan mahasiswa perempuan tatapannya saling bertemu, keduanya seakan-akan merasa ada sebuah benang yang membuat mereka saling terhubung. Setibanya di kampus Ia tak sengaja bertabrakan dengan mahasiswa yang sempat berpapasan tadi.
"Eh! Maaf maaf Aku gak sengaja, sini ku bantu’’Ujarnya seraya mengulurkan tangan untuk membantu mahasiswa itu, tangannya mulai terulur menerima tawarannya.
‘’Makasih’’Ucap mahasiswa itu.
‘’Btw, namamu siapa?’’Tanyanya
‘’Raina’’
‘’Raina? Gadis kecil yang pernah nangis di dekat taman kan?’’Tebaknya yang tiba-tiba ingat sesuatu, Raina yang mendengar itu sontak membelalakkan matanya terkejut.
‘’Rafael?’’
‘’Kirain gak bakalan ingat’’
‘’Aslinya sih gak ingat, Kamunya aja yang buat Aku ingat’’
Rafael mengangguk untuk menanggapi jawaban Raina.
‘’Gak nyangka ya kita dipertemukan lagi’’
‘’Oh iya, Kamu ikut fakultas apa?’’Lanjut Raina.
‘’Management, Kamu?’’
‘’Wah sama dong! Btw ayo ke kelas takutnya udah mulai’’Ucap Raina dan diangguki Rafael.
Waktu demi waktu, hari demi hari, mereka semakin dekat seperti sedia kala, hingga suatu hari keduanya memutuskan untuk melanjutkan S2 di luar negeri.
Di Sebuah taman terlihat dua orang yang tengah duduk di kursi taman dengan lampu yang menyinari kursi itu, membuat seperti suasana yang romantis.
‘’Rafael’’Panggil Raina, yang dipanggil menoleh ke asal suara.
‘’Setelah wisuda ini kira-kira Kamu mau lanjut disini atau gimana?’’
‘’Hmm……gak tau’’Ucap Rafael yang nampaknya masih menimang-nimang pilihannya.
‘’Kayaknya, kita bakal berpisah lagi deh’’Tukas Raina.
‘’Kenapa?’’Bingung Rafael.
‘’Aku memutuskan untuk melanjutkan S2 nya di luar negeri’’Ujar Raina, keduanya menoleh dan saling bertatapan, ada perasaan tak rela di selubuk hatinya, Rafael memalingkan wajahnya dan mengangguk perlahan.
‘’Sama sih, Aku juga sekalian mau buat bisnis disana’’Ucap Rafael dengan tersenyum simpul.
‘’Hahh…lagi-lagi Kita dipisahkan oleh semesta ya’’Ucap Raina dengan kepala menengadah ke langit malam yang dihiasi oleh benda-benda kecil di atas sana.
‘’Semua pertemuan pasti ada perpisahan Ra..’’Ujar Rafael yang ikut mengadahkan kepalanya.
Raina menoleh mendapati wajah Rafael yang tengah menutup mata, menikmati dinginnya malam, semilir angin membuat beberapa helai rambutnya bergerak, membuat dirinya terlihat rupawan dimata Raina, Raina terlalu fokus untuk memandangnya, hingga tak sadar jika Rafael tengah memperhatikannya dengan heran.
‘’Woi! Biasa aja dong kalau ngeliatin!’’Teriak Rafael membuat Raina memalingkan wajahnya dengan perasaan gugup.
‘’Ekhem! Btw udah malam nih Fa, boleh tolong anterin?’’
‘’Ayo’’
* * *
Bulan ini, bulan dimana para mahasiswa tengah merayakan acara kelulusannya dengan rasa sedih karena ada yang berpisah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada yang senang karena telah lulus.
‘’Selamat hari kelulusan Rafa!’’Teriak Raina dari kejauhan seraya berlari menghampirinya.
‘’Selamat hari kelulusan juga Ra!’’Ucap Rafael seraya tersenyum menampilkan gigi serinya.
‘’Btw, gimana kalau kita jalan-jalan bentar sebelum kita berpisah’’
‘’Boleh, gimana kalau kita ke wahana?’’Tanya Rafael, dengan spontan Raina mengangguk.
Mereka segera berangkat menuju wahana, sebuah suasana yang merekah hadir di dalam mobil yang mereka naiki, canda tawa yang menghiasi keheningan di dalam sana dengan musik yang menggambarkan suasana itu.
‘’Rafael! Ayo naik itu!’’Ucap Raina seraya menunjuk salah satu wahana yaitu sebuah rollercoaster, Rafael mengangguk untuk menanggapi.
Suasana di wahana itu begitu ramai karena banyak penumpang yang berteriak histeris karena takut jatuh, tapi berbeda dengan Rafael dan Raina, keduanya malah berteriak saling menyahut.
‘’Aduh pusing….’’Keluh Raina seraya memijit pelipisnya.
‘’Lagian kebanyakan teriak tuh mangkannya pusing’’Canda Rafael yang dibalas Raina dengan memutar bola matanya malas.
‘’Udah mau siang nih, kita pulang yuk, sekalian kamu istirahat’’ Ajak Rafael dan diangguki oleh Raina.
* * *
Hari ini adalah hari dimana Rafael dan Raina berpisah untuk melanjutkan S2 nya di luar negri, terlihat Rafael dan Raina yang tengah berdiri di bandara sudirman.
‘’Kayak berasa baru aja ketemu kemarin ya, sekarang mau pisah lagi’’Ucap Raina sendu.
‘’Gapapa lagipula kita kan bisa komunikasi walau negara yang kita tempati sama tapi berbeda dengan kotanya’’Ujar Rafael dengan tersenyum simpul
‘’Kepada para penumpang yang akan menuju Hongkong diharapkan segera masuk pesawat, penerbangan akan dilakukan 15 menit lagi’’
‘’Eh udah mau berangkat tuh, ayo masuk’’Ajak Rafael dan diangguki Raina dengan antusias.
‘’Semoga kita dipertemukan lagi oleh semesta dengan jarak yang dekat’’Batin Raina sambil memandang ke arah jendela.
Tiba-tiba Rafael menidurkan kepalanya di pundak Raina, membuat dirinya terlonjak kaget.
‘’Aku kangen tau, kira-kira udah berapa lama kita gak ketemu?’’Tanya Rafael sambil memainkan beberapa helai rambut Raina.
‘’Entah mungkin 12 tahun?’’
Sebuah tangan meraih jari-jemari Raina membuat dirinya menoleh.
Jujur Aku cinta Kamu, Aku gak rela kalau kita pisah lagi’’Ungkap Rafael yang masih menidurkan kepalanya di pundak Raina.
Raina tersenyum simpul, tangannya mulai mengelus pucuk kepala Rafael dengan lembut membuat sang empu mengantuk, hingga akhirnya kedua-nya tertidur dengan tangan yang masih bertaut.
TAMAT’’Bun, Adek mau main keluar ya’’ Ucap seorang anak laki laki bernama Rafael.
‘’Iya, tapi jangan sampai ke jalan raya ya? Soalnya disana banyak kendaraan yang melintas’’Ujar Bunda.
‘’Siap Bun!’’
* * *
Selama di perjalanan di saat Rafael hendak menuju taman, Ia bertemu dengan seorang Gadis yang tengah menangis, Rafael pun menghampirinya.
‘’Kamu kenapa?’’Tanya Rafael kepada Gadis itu, tetapi Gadis itu tak kunjung menjawabnya dan hanya terdengar suara tangisnya, Rafael pun menanyakan pertanyaan yang sama tetapi tangisan Gadis itu semakin pecah.
‘’Udah jangan nangis’’Bujuk Rafael seraya menenangkan gadis itu dengan menepuk pelan pundaknya, tak lama kemudian tangisan gadis itu reda.
‘’Kamu kenapa menangis?’’
‘’Aku sedih…Aku ditinggal sendiri di sini sama temanku…’’Jelas Gadis itu dengan sesegukan.
‘’Emang Kamu habis ngapain sampai bisa ditinggal sendiri?’’
‘’Tadi Aku habis nolongin kucing yang terluka….’’
‘’Oh…….yaudah sekarang ada Aku yang siap menjadi temanmu’’Ucap Rafael yang membuat senyum Gadis itu merekah
‘’Oh iya, nama Kamu siapa?’’
‘’Namaku Raina, kalau Kamu?’’
‘’Namaku Rafael’’
‘’Oh iya, Aku punya sesuatu loh buat Kamu’’Lanjut Rafael
‘’Oh ya? Apa itu?’’
Rafael mulai merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu, dan ternyata itu adalah sebuah liontin berbentuk bulan sabit dengan sedikit hiasan manik-manik di pinggirannya, Ia menunjukkan liontin tersebut kepada Raina.
‘’Wah bagus sekali! Ini beneran buat Aku?’’Tanya Raina dengan pupil mata yang berbinar.
‘’Iya ini buat Kamu, sini Aku pakaikan’’
‘’Cantik!’’Ucap Rafael selepas memakaikan liontin tersebut kepada Raina, Raina tersipu malu mendengar ucapan Rafael.
‘’Loh? Mau kemana?’’Tanya Rafael saat melihat Raina mulai pergi berlari menjauhinya.
‘’Sini kejar Aku! Kalau bisa tangkap Aku, Aku juga bakal kasih Kamu sesuatu!’’Teriaknya dari kejauhan, Rafael Pun menyusul Raina.
‘’Raina! Jangan jauh-jauh!’’
‘’Ayo cepat tangkap Aku!’’
‘’Raina! Jangan sampai ke jalan raya! Bahaya banyak kendaraan besar yang berlalu lalang!’’
‘’Tin!. . . Tin!. . . Tin!. . .’’
Raina tetap melanjutkan berlarinya hingga tanpa sadar sebuah mobil melaju dan tanpa sengaja menabrak Raina, Rafael yang melihat hal itu dilanda kepanikan, dengan segera Ia menyusul Raina akan tetapi, hal yang terjadi pada Raina juga terjadi kepadanya.
* * *
BREAKING NEWS
Berita Terkini
Telah terjadi sebuah kecelakaan di persimpangan jalan, jalan brantas yang saling menyambung untuk menuju ke salah satu desa. Kecelakaan tersebut terjadi pada dini hari pukul 10.00 WIB. Korban kecelakaan seorang Anak kecil laki-laki dan perempuan serta 1 truck, 2 mobil juga 1 sepeda motor.
Seorang wanita paruh baya yang tengah menonton berita langsung teringat akan anaknya yang pergi bermain keluar, dan Ia terkejut saat melihat siapa korban dari kecelakaan tersebut. Ia bergegas menuju lokasi. Disana Ia melihat ke-dua korban kecelakaan itu telah berada di dalam ambulan, Ia pun segera menyusul ambulan itu ke rumah sakit.
* * *
Setelah berjam-jam menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruangan si korban, kedua orang tua korban terkejut tatkala mendengar bahwa kedua korban mengalami koma dan amnesia. Karena hal itu akhirnya terjadilah konflik antar kedua orangtua korban, salah satu dari mereka membawa anaknya keluar kota dan satunya menetap.
* * *
14 Tahun telah berlalu, terlihat seorang mahasiswa laki-laki yang tengah tergesa-gesa mengenakkan sepatunya, Ia segera berangkat menuju kampus, di persimpangan jalan Ia berpapasan dengan mahasiswa perempuan tatapannya saling bertemu, keduanya seakan-akan merasa ada sebuah benang yang membuat mereka saling terhubung. Setibanya di kampus Ia tak sengaja bertabrakan dengan mahasiswa yang sempat berpapasan tadi.
"Eh! Maaf maaf Aku gak sengaja, sini ku bantu’’Ujarnya seraya mengulurkan tangan untuk membantu mahasiswa itu, tangannya mulai terulur menerima tawarannya.
‘’Makasih’’Ucap mahasiswa itu.
‘’Btw, namamu siapa?’’Tanyanya
‘’Raina’’
‘’Raina? Gadis kecil yang pernah nangis di dekat taman kan?’’Tebaknya yang tiba-tiba ingat sesuatu, Raina yang mendengar itu sontak membelalakkan matanya terkejut.
‘’Rafael?’’
‘’Kirain gak bakalan ingat’’
‘’Aslinya sih gak ingat, Kamunya aja yang buat Aku ingat’’
Rafael mengangguk untuk menanggapi jawaban Raina.
‘’Gak nyangka ya kita dipertemukan lagi’’
‘’Oh iya, Kamu ikut fakultas apa?’’Lanjut Raina.
‘’Management, Kamu?’’
‘’Wah sama dong! Btw ayo ke kelas takutnya udah mulai’’Ucap Raina dan diangguki Rafael.
Waktu demi waktu, hari demi hari, mereka semakin dekat seperti sedia kala, hingga suatu hari keduanya memutuskan untuk melanjutkan S2 di luar negeri.
Di Sebuah taman terlihat dua orang yang tengah duduk di kursi taman dengan lampu yang menyinari kursi itu, membuat seperti suasana yang romantis.
‘’Rafael’’Panggil Raina, yang dipanggil menoleh ke asal suara.
‘’Setelah wisuda ini kira-kira Kamu mau lanjut disini atau gimana?’’
‘’Hmm……gak tau’’Ucap Rafael yang nampaknya masih menimang-nimang pilihannya.
‘’Kayaknya, kita bakal berpisah lagi deh’’Tukas Raina.
‘’Kenapa?’’Bingung Rafael.
‘’Aku memutuskan untuk melanjutkan S2 nya di luar negeri’’Ujar Raina, keduanya menoleh dan saling bertatapan, ada perasaan tak rela di selubuk hatinya, Rafael memalingkan wajahnya dan mengangguk perlahan.
‘’Sama sih, Aku juga sekalian mau buat bisnis disana’’Ucap Rafael dengan tersenyum simpul.
‘’Hahh…lagi-lagi Kita dipisahkan oleh semesta ya’’Ucap Raina dengan kepala menengadah ke langit malam yang dihiasi oleh benda-benda kecil di atas sana.
‘’Semua pertemuan pasti ada perpisahan Ra..’’Ujar Rafael yang ikut mengadahkan kepalanya.
Raina menoleh mendapati wajah Rafael yang tengah menutup mata, menikmati dinginnya malam, semilir angin membuat beberapa helai rambutnya bergerak, membuat dirinya terlihat rupawan dimata Raina, Raina terlalu fokus untuk memandangnya, hingga tak sadar jika Rafael tengah memperhatikannya dengan heran.
‘’Woi! Biasa aja dong kalau ngeliatin!’’Teriak Rafael membuat Raina memalingkan wajahnya dengan perasaan gugup.
‘’Ekhem! Btw udah malam nih Fa, boleh tolong anterin?’’
‘’Ayo’’
* * *
Bulan ini, bulan dimana para mahasiswa tengah merayakan acara kelulusannya dengan rasa sedih karena ada yang berpisah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada yang senang karena telah lulus.
‘’Selamat hari kelulusan Rafa!’’Teriak Raina dari kejauhan seraya berlari menghampirinya.
‘’Selamat hari kelulusan juga Ra!’’Ucap Rafael seraya tersenyum menampilkan gigi serinya.
‘’Btw, gimana kalau kita jalan-jalan bentar sebelum kita berpisah’’
‘’Boleh, gimana kalau kita ke wahana?’’Tanya Rafael, dengan spontan Raina mengangguk.
Mereka segera berangkat menuju wahana, sebuah suasana yang merekah hadir di dalam mobil yang mereka naiki, canda tawa yang menghiasi keheningan di dalam sana dengan musik yang menggambarkan suasana itu.
‘’Rafael! Ayo naik itu!’’Ucap Raina seraya menunjuk salah satu wahana yaitu sebuah rollercoaster, Rafael mengangguk untuk menanggapi.
Suasana di wahana itu begitu ramai karena banyak penumpang yang berteriak histeris karena takut jatuh, tapi berbeda dengan Rafael dan Raina, keduanya malah berteriak saling menyahut.
‘’Aduh pusing….’’Keluh Raina seraya memijit pelipisnya.
‘’Lagian kebanyakan teriak tuh mangkannya pusing’’Canda Rafael yang dibalas Raina dengan memutar bola matanya malas.
‘’Udah mau siang nih, kita pulang yuk, sekalian kamu istirahat’’ Ajak Rafael dan diangguki oleh Raina.
* * *
Hari ini adalah hari dimana Rafael dan Raina berpisah untuk melanjutkan S2 nya di luar negri, terlihat Rafael dan Raina yang tengah berdiri di bandara sudirman.
‘’Kayak berasa baru aja ketemu kemarin ya, sekarang mau pisah lagi’’Ucap Raina sendu.
‘’Gapapa lagipula kita kan bisa komunikasi walau negara yang kita tempati sama tapi berbeda dengan kotanya’’Ujar Rafael dengan tersenyum simpul
‘’Kepada para penumpang yang akan menuju Hongkong diharapkan segera masuk pesawat, penerbangan akan dilakukan 15 menit lagi’’
‘’Eh udah mau berangkat tuh, ayo masuk’’Ajak Rafael dan diangguki Raina dengan antusias.
‘’Semoga kita dipertemukan lagi oleh semesta dengan jarak yang dekat’’Batin Raina sambil memandang ke arah jendela.
Tiba-tiba Rafael menidurkan kepalanya di pundak Raina, membuat dirinya terlonjak kaget.
‘’Aku kangen tau, kira-kira udah berapa lama kita gak ketemu?’’Tanya Rafael sambil memainkan beberapa helai rambut Raina.
‘’Entah mungkin 12 tahun?’’
Sebuah tangan meraih jari-jemari Raina membuat dirinya menoleh.
Jujur Aku cinta Kamu, Aku gak rela kalau kita pisah lagi’’Ungkap Rafael yang masih menidurkan kepalanya di pundak Raina.
Raina tersenyum simpul, tangannya mulai mengelus pucuk kepala Rafael dengan lembut membuat sang empu mengantuk, hingga akhirnya kedua-nya tertidur dengan tangan yang masih bertaut.
TAMAT